Lebih dari 3 tahun yang lalu, aku dan dia dipertemukan di
sekolah. Semua berawal dari masa Oriestasi Siswa yang menjadikan kami seorang
ketua dan wakil, aku tak tau apa itu yg dinamakan perjodohan tanpa disengaja. 3
bulan berlalu, aku dan dia semakin dekat, kita sering smsan, ingetin makan,
ingetin solat, dan yang lainnya, rasanya bahagia sekali saat itu. hingga
akhirnya pada tanggal 6 september dia menyatakan perasaannya dan dia
meninginkan aku untuk jadi pacarnya. betapa bahagianya diriku, karena akupun sudah
menyukainya sejak pertama kali bertemu dengannya. hari-hari selanjutnya pun
berlangsung dengan bahagia dengan status kami yg sudah berpacaran. pada saat
masuk sekolah setelah libur lebaran, saat bertemu di sekolah kita bingung harus
gimana, maklum masih remaja jadi ya kit amalu-malu, awalnya semua tak ada yang
tahu akan hubungan ini hingga akhirnya aku mengatakan ke sahabatku dan dia pun
langsung membicarakannya ke teman sekelas lainnya. aku pun begitu malu tapi apa
boleh buat.
Hari-hari berikutnya semua terlihat sama saja, ternyata pacaran satu kelas itu mengasyikan, saat ada jam kosong kita bisa bercanda bareng di pojok (jangan salah sangka, dulu tempat duduk aku di pojok belakang). Sampai akhirnya, salah satu guru kami pun tahu itu karena temanku yg disuruh ke depan dan mengatakan siapa saja cowok yg sudah punya pacar/suka sm seseorang di kelas. Hingga, aku disuruh ke depan bersama pacarku itu dan kami diinterograsi didepan teman sekelas, astaga betapa malunya kita. Tapi, untunglah guru kami yg ini sepertinya sangat mendukung hubungan kami. Seiring berjalannya waktu, ternyata tidak hanya satu guru yg tahu, hamper semua guru tahu akan hubungan kami, tapi mereka seperti menyetujui.
Satu tahun berlalu, tak disangka hubungan ini awet sampai satu tahun padahal banyak sekali cobaan yg menhadang. Di satu tahun ini aku memberikannya hadiah anniversary ke dia, yaiu sebuah kaos Manchester United, maklum dia suka sm klub bola itu dan tak disangka dia menyukainya Alhamdulillah berarti tidak sia-sia aku memberikannya itu. Di hubungan kami yg satu tahun ini banyak sekali cobaan, mulai dari pengganggu yg datang untuk menghancurkannya tp kami tetap bertahan.
Hingga akhirnya meranjak tahun kedua hubungan kami kandas karena dia tak tahan dengan sikapku yg cemburuan sm semua cewek yg dekat dengan dia, tp aku melakukan itu dikarenakan aku sayang sekali sm dia. Tapi aku tak bisa berbuat banyak, akhirnya aku lepaskan saja dia dengan perasaan masih sayang. Tapi tak ku sangka putusnya kami tak merubah segalanya, kami masih sering bersama, melakukan banyak hal bersama, layaknya orang masih berpacaran.
Kami pun akirnya lulus sekolah, dan Alhamdulillahnya kami masih bisa beremu setiap hari layaknya sekolah karena tempat kerjaku dan tempat kerjanya sangat dekat. Kami berangkat dan pulang selalu bersama. Aku mengira, mungkin dia jodohku.
Tiga tahun berlalu, kami masih bisa bersama meski banyak sekali cobaan, mulai dari dia yg sering main ke rumah teman ceweknya tapi kami masih bisa bertahan. Sampai akhirnya pada saat ualng tahun aku bulan desember 2014 kemarin, kita bertengkar. Kata-kata dari mulutku yg tak bisa kujaga, akhirnya mengeluarkan kata ‘PUTUS’ apa boleh buat aku sudah terlanjur mengatakan itu, hingga dia pun mengiyakan kata-kataku itu. Menyesal rasanya hatiku, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa. Saat tanggal 26 Desember pun kami kembali bersama lagi, karena dia memberikan 1 kali kesempatkan terakhir. Tapi tak ku sangka, saat aku ingin memperbaiki hubungan dan semua kesalahanku, dia mendua di belakangku. Saat ku membaca pesan di Blackberry Messenger-nya, dia sedang bermesraan dengan salah seorang cewek yang dimana dia adalah temanku saat sekolah dulu. Aku begitu sedih, marah tapi aku tak bisa berbuat apa-apa, aku hanya bisa nangis dipundaknya dan dipelukan sahabatku. Begitu tahu mendua, aku pun langsung minta kejelasan dari dia dan temanku itu. Temanku bilang kalau mereka tak ada apa-apa, tp aku tak percaya karena dia sering dijemput dan ditemani mengerjakan tugas serta BBM-an mereka yang sangat mesra. Hingga akhirnya aku menanyakan ini ke pacarku, dan dia bilang kalau dia memang menunyukainya. Ya Allah, aku ga bisa berbuat apa-apa saat dia bilang seperti itu, aku hanya bisa nangis menyesali semua yang terjadi. Seandainya ku bisa memutar waktu, aku tak ingin menngenal, menyukai, bahkan menyayanginya begitu dalam. Tapi itu tak mungkin, akhirnya aku pasrahkan semuanya, aku terima apa yang terjadi pada diriku. Malah aku berterimakasih karena aku bisa mengetahui dia sebenarnya, dia bukan lelaki yang setia.
Hubungan ini Cuma berjalan 39 bulan saja, dan apa kalian tahu bahwa besok tanggal 6 Januari 2015 kitaseharusnya merayakan hari jadi hubungan kita yg ke 40 bulan, tapi apa boleh buat semua sudah berakhir di 4 Januari 2015.
Dan aku akan selalu mendoakan yang terbaik buat kamu, sayang.
Aku terlanjur menyayangimu begitu dalam hingga aku sulit lupa akan dirimu.
Terima kasih banyak atas semua kenangan yang sudah kamu berikan ke aku, aku akan selalu ingat dirimu. Dan buat kamu, temanku itu terima kasih sudah merebut dirinya dari aku. Terima kasih banyak buat kalian berduan, terutama buat kamu sayang:’)
Hari-hari berikutnya semua terlihat sama saja, ternyata pacaran satu kelas itu mengasyikan, saat ada jam kosong kita bisa bercanda bareng di pojok (jangan salah sangka, dulu tempat duduk aku di pojok belakang). Sampai akhirnya, salah satu guru kami pun tahu itu karena temanku yg disuruh ke depan dan mengatakan siapa saja cowok yg sudah punya pacar/suka sm seseorang di kelas. Hingga, aku disuruh ke depan bersama pacarku itu dan kami diinterograsi didepan teman sekelas, astaga betapa malunya kita. Tapi, untunglah guru kami yg ini sepertinya sangat mendukung hubungan kami. Seiring berjalannya waktu, ternyata tidak hanya satu guru yg tahu, hamper semua guru tahu akan hubungan kami, tapi mereka seperti menyetujui.
Satu tahun berlalu, tak disangka hubungan ini awet sampai satu tahun padahal banyak sekali cobaan yg menhadang. Di satu tahun ini aku memberikannya hadiah anniversary ke dia, yaiu sebuah kaos Manchester United, maklum dia suka sm klub bola itu dan tak disangka dia menyukainya Alhamdulillah berarti tidak sia-sia aku memberikannya itu. Di hubungan kami yg satu tahun ini banyak sekali cobaan, mulai dari pengganggu yg datang untuk menghancurkannya tp kami tetap bertahan.
Hingga akhirnya meranjak tahun kedua hubungan kami kandas karena dia tak tahan dengan sikapku yg cemburuan sm semua cewek yg dekat dengan dia, tp aku melakukan itu dikarenakan aku sayang sekali sm dia. Tapi aku tak bisa berbuat banyak, akhirnya aku lepaskan saja dia dengan perasaan masih sayang. Tapi tak ku sangka putusnya kami tak merubah segalanya, kami masih sering bersama, melakukan banyak hal bersama, layaknya orang masih berpacaran.
Kami pun akirnya lulus sekolah, dan Alhamdulillahnya kami masih bisa beremu setiap hari layaknya sekolah karena tempat kerjaku dan tempat kerjanya sangat dekat. Kami berangkat dan pulang selalu bersama. Aku mengira, mungkin dia jodohku.
Tiga tahun berlalu, kami masih bisa bersama meski banyak sekali cobaan, mulai dari dia yg sering main ke rumah teman ceweknya tapi kami masih bisa bertahan. Sampai akhirnya pada saat ualng tahun aku bulan desember 2014 kemarin, kita bertengkar. Kata-kata dari mulutku yg tak bisa kujaga, akhirnya mengeluarkan kata ‘PUTUS’ apa boleh buat aku sudah terlanjur mengatakan itu, hingga dia pun mengiyakan kata-kataku itu. Menyesal rasanya hatiku, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa. Saat tanggal 26 Desember pun kami kembali bersama lagi, karena dia memberikan 1 kali kesempatkan terakhir. Tapi tak ku sangka, saat aku ingin memperbaiki hubungan dan semua kesalahanku, dia mendua di belakangku. Saat ku membaca pesan di Blackberry Messenger-nya, dia sedang bermesraan dengan salah seorang cewek yang dimana dia adalah temanku saat sekolah dulu. Aku begitu sedih, marah tapi aku tak bisa berbuat apa-apa, aku hanya bisa nangis dipundaknya dan dipelukan sahabatku. Begitu tahu mendua, aku pun langsung minta kejelasan dari dia dan temanku itu. Temanku bilang kalau mereka tak ada apa-apa, tp aku tak percaya karena dia sering dijemput dan ditemani mengerjakan tugas serta BBM-an mereka yang sangat mesra. Hingga akhirnya aku menanyakan ini ke pacarku, dan dia bilang kalau dia memang menunyukainya. Ya Allah, aku ga bisa berbuat apa-apa saat dia bilang seperti itu, aku hanya bisa nangis menyesali semua yang terjadi. Seandainya ku bisa memutar waktu, aku tak ingin menngenal, menyukai, bahkan menyayanginya begitu dalam. Tapi itu tak mungkin, akhirnya aku pasrahkan semuanya, aku terima apa yang terjadi pada diriku. Malah aku berterimakasih karena aku bisa mengetahui dia sebenarnya, dia bukan lelaki yang setia.
Hubungan ini Cuma berjalan 39 bulan saja, dan apa kalian tahu bahwa besok tanggal 6 Januari 2015 kitaseharusnya merayakan hari jadi hubungan kita yg ke 40 bulan, tapi apa boleh buat semua sudah berakhir di 4 Januari 2015.
Dan aku akan selalu mendoakan yang terbaik buat kamu, sayang.
Aku terlanjur menyayangimu begitu dalam hingga aku sulit lupa akan dirimu.
Terima kasih banyak atas semua kenangan yang sudah kamu berikan ke aku, aku akan selalu ingat dirimu. Dan buat kamu, temanku itu terima kasih sudah merebut dirinya dari aku. Terima kasih banyak buat kalian berduan, terutama buat kamu sayang:’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar